al Iishal: Antara Sebuah Biografi dan Naskah Sejarah (Bag. 1)
Pada tahun 1999, Darul Aalim al Fawaid yang ada di Saudi Arabia menerbitkan sebuah buku yang memberi andil sangat besar dalam studi dan penelitian Islam, terutama sejarah. Buku tersebut berjudul “al Jaami’ fii Sirah Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah”. Buku ini disusun oleh Muhammad Uzair Syams dan Ali bin Muhammad al Imran dan ditaqdim oleh Fadhilatusy Syaikh Bakr bin Abdullah Abu Zaid. Keunggulan buku ini adalah dihimpunnya kebanyakan biografi dan penuturan-penuturan tentang Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah yang selama ini berserakan di buku-buku Tarikh, biografi, sejarah madzhab dan sebagainya. Tambahan pula, buku ini menampilkan pula data-data baru yang dihimpun dari manuskrip-manuskrip tentang Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah yang berserakan di berbagai perpustakaan.
Ada sebuah manuskrip yang patut mendapat perhatian dan akan saya angkat di sini. Manuskrip tersebut berjudul “al Iishal lii Kitab”, karya al Hafidz Mughlathay bin Qilij rahimahullah, dan ditulis dengan tulisan tangan beliau serta tersimpan di Khazanah al Aalam di Ribath. Sebelum saya paparkan analisa, ada baiknya kita mengenal sejenak terlebih dahulu siapa al Hafidz Mughlathay bin Qilij itu. Keterangan tentang beliau ini saya ambil dari keterangan Aadil bin Muhammad dan Usamah bin Ibrahim yang menuliskan biografi singkat al Hafidz Mughlathay dalam tahqiq mereka atas kitab al Hafidz Mughlathay, “Ikmal Tahdzib al Kamaal fii Tahdzibil Rijal” (Cetakan al Faaruq al Haditsiyah lii Thiba’ah wan Nasyr, Kairo Mesir, 2001).
Sedikit Tentang al Hafidz Mughlathay bin Qiljy
Nama beliau adalah al Allamah al Muhadits Abu Abdullah Alaaudin Mughlathay bin Qilij bin Abdullah al Bakjari al Hikri at Turki. Beliau asalnya dari Turki dan menetap di Mesir. Berkata al Imam Burhanuddin al Amaadi: Namanya adalah Alaaudin Ali Mughlathay. Bacaan yang benar menurut az Zarkaly dalam al A’laam: Mim-nya di-dhamah-kan dan ghain-nya disukun-kan, dan lam-nya di-fatah-kan.
Beliau lahir pada tahun 689H menurut Ibnu Hajar al Asqalani dalam Durarul Kaminah, sedangkan menurut asy Syaukani dalam al Badr al Thaali’ adalah 690H. Sedangkan mengenai tahun wafat beliau, para ulama sepakat bahwa beliau meninggal pada bulan Sya’ban tahun 762H, dan Suyuthi serta Ibnu al Amaad menambahkan bahwa hal itu terjadi pada tanggal 14 Sya’ban, dan ini berbeda dengan Ibnu Hajar yang menyebutkan tanggal 24 Sya’ban sebagai tanggal wafat Mughlathay.
Sekarang mari kita lihat siapa guru-guru dan murid-murid beliau. Cukup mencengangkan, karena dari beliau muncullah para ulama besar. Pertama, guru-guru beliau di antaranya: al Imam al Faqih al Muhadits Muhammad bin Ali bin Wahab bin Muthii’ al Qusyairi yang dikenal dengan nama Ibnu Daqiqil Ied yang pada waktu itu menjadi Qadhi di Darul Mishriyah. Kemudian, al Imam al Hafidz al Allamah Abu Muhammad Abdul Mu’min bin Khalaf ad Dimyathi dan beliau ini adalah yang paling dikenal sebagai guru Mughlathay. Berikutnya adalah: Nuruddin Ali bin Nashrullah bin Umar al Qursy al Mishri asy Syafii atau yang dikenal dengan nama Abul Hasan bin ash Shawaf yang darinya Mughlathay meriwayatkan 40 hadits yang ada dalam Sunan an Nasa’i di tahun 712 H, akan tetapi berita ini dikritik oleh al Iraqi dan ia meragukan apakah hadits-hadits itu diriwayatkan secara sima’ atau tidak. Berikutnya adalah: al Hasan bin Umar bin Iisa bin Khalal Abu Ali al Kurdiy, sebagaimana disebutkan oleh Ibnu Hajar dalam Durar. Yang terakhir adalah Syaikhul Islam Abul Abbas Ahmad bin Abdul Halim bin Abdus Salam al Harani ad Dimasyqi atau yang kita kenal dengan nama Ibnu Taimiyah. Masih banyak lagi guru-guru beliau yang tidak cukup semuanya bila disebutkan di sini.
Murid-murid Mughlathay di antaranya: al Imam Abu Hafsh Umar bin Ali bin Ahmad al Anshari asy Syafii atau yang kita kenal dengan nama Ibnu Mulaqin. Kemudian, al Faqih Sirajuddin Umar bin Ruslan al Kinani asy Syafii atau yang dikenal dengan nama al Baqilaniy. Kemudian, al Hafidz Zainuddin Abdurrahman bin Husain bin Abdurrahman atau yang dikenal dengan nama al Iraqi, dan masih banyak lagi lainnya.
(Bersambung ke Bagian 2)