Hanyalah Sebuah Catatan ...

"...Sebagaimana judul di atas...blog ini hanyalah berisi catatan-catatan saya dan coretan-coretan atas apa yang saya perhatikan...blog ini bukan dibuat untuk memberi fatwa...tetapi saya tujukan bagi para penuntut ilmu untuk saling membagi catatan-catatan..."

Assalamualaikum...selamat datang di blog ana, Andy Abu Thalib al Atsary...

09/01/24

Wahai Syaikh...Tidakkah Engkau Takut Adzab Allah? (Lanjutan)

bismillahir-rahmanir-rahim

Pengantar


Setelah muncul artikel yang diposting di eramuslim.com (sebagaimana telah kami nukilkan sebelumnya) berkaitan dengan kunjungan rahib-rahib Yahudi ke kediaman Syaikh Yusuf al Qaradhawy, semoga Allah memberinya petunjuk, muncul beberapa posting di berbagai forum dan mailinglist yang sampai informasinya kepada kami tentang takwil para fanatikus Syaikh Yusuf al Qaradhawy ini mengenai sikap beliau tersebut.


Bagi yang memahami polah tingkah Syaikh Yusuf al Qaradhawy selama ini, maka sikap beliau ini tidak asing, bahkan sikap beliau ini hanyalah sebuah pucuk dari gunung es yang bernama “Sikap Persaudaraan Dengan Orang-Orang Kafir”. Ideologi yang seirama dengan ideologi “Wihdatul Adyan (Penyatuan antar Agama)” ini diwarisi Syaikh Yusuf al Qaradhawy dari tokoh idolanya yakni Syaikh Hasan al Banna, pendiri Ikhwanul Muslimin. Saudara kami al Akh Abul Jauza telah menukilkan beberapa bukti berkaitan ini dengan ini dalam blognya , dan kami juga telah menyinggungnya dalam risalah kami Menyingkap Syubhat dan Kerancuan IM yang insya’Allah akan dicetak ulang.


Syaikh Sulaiman bin Shalih al Kharasy pun telah menunjukkan bukti-bukti bahwa Syaikh Yusuf al Qaradhawy mengulang-ulang pernyataan rasa persaudaraan beliau dengan orang-orang kafir, dalam buku beliau al Qaradhawy fiil Mizan (al Qaradhawy dalam Timbangan). Begitupula Syaikh Ahmad al Udaini dalam bukunya Raf’ul Litsam an Mukhalafatil Qaradhawy lii Syariatil Islam (Menyingkap Topeng Penyimpangan al Qaradhawy atas Syariat Islam). Tidak luput pula dalam kritikan Syaikh Shalih Fauzan al Fauzan atas buku Syaikh Yusuf al Qaradhawy al Halal wal Haram fiil Islam, yaitu yang berjudul al I’lam fii Raddi Halal wal Haram.


Tulisan ini kami susun untuk memberikan catatan kecil atas artikel yang diposting oleh eramuslim.com mengenai Syaikh Yusuf al Qaradhawy dan Yahudi yang kami lihat ada permasalahan di dalamnya.

Catatan Artikel

"Orang-orang Yahudi adalah orang-orang paling kaya di Mesir dan banyak negara Muslim lainnya. Tidak ada permusuhan antara Muslim dan Yahudi, " tukas Qaradawi saat menerima ketiga Rabbi itu di rumahnya di Qatar.

Padahal Allah telah berfirman:

Sesungguhnya kamu dapati orang-orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman ialah orang-orang Yahudi dan orang-orang musyrik. [al Maidah:82]

"Lebih lanjut Syaikh Qaradawi mengatakan bahwa Muslim dan Yahudi adalah sama-sama pengikut dua agama Ibrahim."

Padahal Allah telah berfirman:

“Ibrahim bukan seorang Yahudi dan bukan seorang Nasrani, akan tetapi dia adalah seorang yang lurus lagi berserah diri dan sekali-kali bukanlah dia termasuk golongan orang-orang musyrik.” (QS. Ali Imran: 67)”

“Sesungguhnya orang yang paling berhak terhadap Ibrahim ialah orang-orang yang mengikutinya dan Nabi ini, beserta orang-orang yang beriman, dan Allah adalah Pelindung semua orang-orang yang beriman.” (QS. Ali Imran: 6)”

“Ataukah kamu (hai orang-orang Yahudi dan Nashrani) mengatakan bahwa Ibrahim, Ismail, Ishaq, Ya’qub dan anak cucunya, adalah penganut agama Yahudi atau Nashrani. Katakanlah : “Apakah kamu yang lebih mengetahui ataukah Allah, dan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang menyembunyikan syahadah dari Allah yang ada padanya”, Dan Allah sekali-kali tiada lengah dari apa yang kamu kerjakan” (Al-Baqarah : 140)”

"Yahudi yang meyakini kitab suci Taurat yang asli, sangat dekat dengan umat Islam."

Betul, mereka itulah yang ada di masa Nabiyullah Musa alaihis salam, sedangkan Yahudi-yahudi sekarang ini adalah sebagaimana dikabarkan Allah ta’ala dalam firman-Nya:

“(Tetapi) karena mereka melanggar janjinya. Kami kutuk mereka, dan kami jadikan hati mereka keras membantu. Mereka suka merobah perkataan (Allah) dari tempat-tempatnya …..”[Al-Maidah : 13]

Bukankah perbedaan keduanya sangatlah jelas?

"Pengikut dua agama ini memiliki ritual dan ajaran agama yang sama seperti, kewajiban sunat bagi laki-laki, memotong hewan dengan cara yang halal, melarang daging babi dan melarang patung-patung diletakkan di dalam masjid atau sinagog, " papar Qaradawi.


Akan tetapi Syaikh, bukankah Islam dan Yahudi berbeda karena Islam adalah dienut Tauhid sedangkan orang-orang Yahudi menjadikan rahib-rahib mereka sebagai Ilah? Bukankah Allah ta’ala berfirman:

“Orang-orang Yahudi berkata: ‘Uzair itu putera Allah’, dan orang Nashrani berkata: ‘Al Masih itu putera Allah’. Demikian itulah ucapan mereka dengan mulut mereka, mereka meniru perkataan orang-orang kafir yang terdahulu. Dilaknati Allah-lah mereka; bagaimana mereka sampai berpaling? Mereka menjadikan orang-orang alimnya, dan rahib-rahib mereka sebagai tuhan selain Allah, dan (juga mereka mempertuhankan) Al Masih putera Maryam; padahal mereka hanya disuruh menyembah Tuhan Yang Maha Esa; tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia. Maha Suci Allah dari apa yang mereka persekutukan.” (At-Taubah: 30-31)

"Di masa kini, kata Qaradawi, umat Islam dan Yahudi yang sama-sama meyakini satu Tuhan, selayaknya bekerjasama untuk memerangi ateisme, pornografi, lesbian dan homoseks serta ketidakadilan."

Wahai Syaikh, bukankah ketidakadilan dan kedzaliman yang paling besar adalah syirik serta berkata-kata atas Allah tanpa ilmu? Bukankah Yahudi-yahudi melakukan yang demikian ini? Bukankah Allah berfirman:

“Orang-orang Yahudi berkata: ‘Uzair itu putera Allah’, dan orang Nashrani berkata: ‘Al Masih itu putera Allah’. Demikian itulah ucapan mereka dengan mulut mereka, mereka meniru perkataan orang-orang kafir yang terdahulu. Dilaknati Allah-lah mereka; bagaimana mereka sampai berpaling? Mereka menjadikan orang-orang alimnya, dan rahib-rahib mereka sebagai tuhan selain Allah, dan (juga mereka mempertuhankan) Al Masih putera Maryam; padahal mereka hanya disuruh menyembah Tuhan Yang Maha Esa; tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia. Maha Suci Allah dari apa yang mereka persekutukan.” (At-Taubah: 30-31)

Dan lihatlah perkataan mereka atas Allah ta’ala:

Orang-orang Yahudi berkata, ‘Uzair itu putera Allah’, dan orang-orang Nasrani berkata, ‘Al-Masih itu putera Allah’. Demikian itulah ucapan mereka dengan mulut mereka, mereka meniru perkataan orang-orang kafir terdahulu. Dilaknati Allah-lah mereka, bagaimana mereka sampai berpaling” [At-Taubah : 30]

Dan Allah memerintahkan orang-orang Ahli Kitab:

“Wahai Ahli Kitab, janganlah kamu melampaui batas dalam agamamu, dan janganlah kamu mengatakan terhadap Allah kecuali yang benar... “[An-Nisaa : 171]

"Ia juga menekankan pentingnya memperkuat hubungan antara Muslim dan Yahudi, untuk menghadapi ancaman Zionisme dan negara Israel yang didirikan di atas puing kehancuran bangsa Palestina. "Umat Islam menentang penjajahan dan gerakan Zionisme yang menindas, bukan orang-orang Yahudinya, " tegas Qaradawi."

Padahal mereka akan memerangi kita….

Mereka tidak henti-hentinya memerangi kamu sampai mereka (dapat) mengembalikan kamu dari agamamu (kepada kekafiran), seandainya mereka sanggup. Barang siapa yang murtad di antara kamu dari agamanya, lalu dia mati dalam kekafiran, maka mereka itulah yang sia-sia amalannya di dunia dan di akhirat, dan mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya. [al Baqarah: 217]

Dan dengan penyerangan itu mereka menghalangi kita dari Allah ta’ala:

“Hai Ahli Kitab, mengapa kamu menghalang-halangi dari jalan Allah orang-orang yang telah beriman, kamu menghendakinya menjadi bengkok, padahal kamu menyaksikan”, Allah sekali-kali tidak lalai dari apa yang kamu kerjakan” [Ali-Imran : 99] -5]

Ditulis,

Andy Abu Thalib

2009.01.24


Label: ,

09/01/21

Wahai Syaikh...tidakkah engkau takut adzab Allah?




Wajah difoto dihapus, bagi yang mau membuktikan ini foto Syaikh Yusuf al Qaradhawy atau bukan silahkan mengakses ke aslinya.

http://www.eramuslim.com/berita/dunia/syaikh-yusuf-qaradawi-umat-islam-tidak-memusuhi-yahudi-tapi-zionis.htm

Syaikh Yusuf Qaradawi: Umat Islam Tidak Memusuhi Yahudi, Tapi Zionis

Cendikiawan dan Ulama Muslim dunia, Syaikh Yusuf al-Qaradawi menegaskan bahwa umat Islam tidak memusuhi orang-orang Yahudi. Umat Islam, kata Qaradawi, hanya menentang gerakan orang-orang Zionis yang ekspansif dan menyebarkan permusuhan.

Qaradawi yang juga mengetuai International Union for Muslims Scholars (IUMS) mengungkapkan hal tersebut saat menerima kunjungan tiga Rabbi Yahudi Neturei Karta yang anti gerakan Zionisme.

Menurut Qaradawi, selama berabad-abad orang-orang Yahudi hidup damai di negara-negara Muslim. "Orang-orang Yahudi adalah orang-orang paling kaya di Mesir dan banyak negara Muslim lainnya. Tidak ada permusuhan antara Muslim dan Yahudi, " tukas Qaradawi saat menerima ketiga Rabbi itu di rumahnya di Qatar.

Pernyataan Qaradawi dibenarkan oleh Rabbi Aharon Cohen, yang mengatakan bahwa orang-orang Yahudi yang tinggal di negeri-negeri Muslim tidak mengalami banyak masalah. Para Rabbi Yahudi Neturei Karta yang mengunjungi Qaradawi, mengenakan lencana bertuliskan "Saya orang Yahudi, bukan Zionis."

Lebih lanjut Syaikh Qaradawi mengatakan bahwa Muslim dan Yahudi adalah sama-sama pengikut dua agama Ibrahim. Yahudi yang meyakini kitab suci Taurat yang asli, sangat dekat dengan umat Islam. "Pengikut dua agama ini memiliki ritual dan ajaran agama yang sama seperti, kewajiban sunat bagi laki-laki, memotong hewan dengan cara yang halal, melarang daging babi dan melarang patung-patung diletakkan di dalam masjid atau sinagog, " papar Qaradawi. Umat Islam dan Yahudi, tambah Qaradawi, sama-sama diburu ketika kekuasaan Islam di Andalusia jatuh.

Di masa kini, kata Qaradawi, umat Islam dan Yahudi yang sama-sama meyakini satu Tuhan, selayaknya bekerjasama untuk memerangi ateisme, pornografi, lesbian dan homoseks serta ketidakadilan.

Ia juga menekankan pentingnya memperkuat hubungan antara Muslim dan Yahudi, untuk menghadapi ancaman Zionisme dan negara Israel yang didirikan di atas puing kehancuran bangsa Palestina. "Umat Islam menentang penjajahan dan gerakan Zionisme yang menindas, bukan orang-orang Yahudinya, " tegas Qaradawi.

Rabbi Cohen menambahkan, "Yudaisme, yang berdasarkan pada ajaran Taurat yang benar, tidak mengakui Zionisme. Taurat dan Yudaisme tidak membenarkan penjajahan, pembunuhan dan pengusiran orang dari rumah-rumah mereka."

Zionisme adalah gerakan politik internasional yang berambisi untuk menciptakan tanah air bagi orang-orang Yahudi di Palestina. Gerakan ini berhasil mendirikan negara Yahudi, Israel pada 15 Mei 1948 dengan merampas tanah dan mengusir bangsa Palestina.

Juru Bicara Neturei Karta, Rabbi Yisrael Weiss menyatakan, praktek-praktek yang dilakukan Israel bertentangan dengan ajaran Yudaisme.

Neturei Karta sendiri adalah organisasi yang mewakili ratusan ribu penganut Yahudi Ortodoks di seluruh dunia yang menentang gerakan Yahudi Zionis. Neturei Karta meyakini, berdirinya negara Palestina dan dihapusnya negara Israel akan membawa perdamaian di Timur Tengah.

"Taurat dan sejarah Yahudi mengatakan bahwa suatu hari negara Israel akan runtuh, " tandas Rabbi Weiss. (ln/iol)

Label: ,

09/01/05

Rekaman-Rekaman dan Bacaan Materi Dauroh Hiroshima 1

Berikut link ke materi (kitab dan makalah) yang disusun oleh ustadz Abu Ihsan al Atsary untuk Dauroh Hiroshima 1 yang diadakan tanggal 29 Desember 2008-1 Januari 2009.

Materi 1: Ilmu => [unduh]
Materi 2: Wasiat Nabi => [unduh]
Materi 3: Fiqh Shalat => [unduh]
Ringkasan Materi oleh Panitia => [unduh]

Berikut link ke rekaman kajian (dalam bentuk MP3 dan kwalitas suara direndahkan supaya kecil filenya. File dalam ukuran besar yang lebih bagus kwalitas suaranya insya'allah nanti akan diupload bila diperlukan).

REKAMAN

Hari 1 Ilmu (29 Desember 2008)
[sesi 1] [sesi 2]

Hari 2 Wasiat Nabi (30 Desember 2008)
[sesi 1] [sesi 2] [sesi 3]

Hari 3 Fiqh Shalat (31 Desember 2008)
[sesi 1] [sesi 2] [sesi 3]

Hari 4 Lanjutan Fiqh Shalat (1 Januari 2009)
[sesi 1] [sesi 2]

Label: , ,

08/12/30

Materi Dauroh Hiroshima 1 Bersama Ustadz Abu Ihsan al Atsary

Materi Dauroh Hiroshima 1 bersama ustadz Abu Ihsan al Atsary, yang diadakan tanggal 29 Desember 2008-1 Januari 2009 dapat diunduh di link berikut:

http://www.4shared.com/dir/8349986/f85ebb2/sharing.html

Rekaman-rekaman dauroh insya'Allah akan diupload nanti setelah seluruh acara selesai.


Atas nama segenap panitia

Andy Abu Thalib

08/12/02

Dauroh Hiroshima 1 Bersama Ustadz Abu Ihsan

08/11/03

ad Durar al Bahiyyah (Pelajaran 1-1)

Pelajaran Kitab ad Durrar al Bahiyyah al Imam asy Syaukani
oleh Syaikh Wasiullah al Abbas hafidzahullah

Pelajaran Pertama (1)
(Disampaikan pada 17 Desember 2005)

Biografi Singkat Pengajar

Beliau adalah Syaikh Abu Usamah Wasiullah al Abbas hafidzahullah. Guru-guru beliau di antaranya adalah:

  • al Allamah Muhammad Sirin Bastawi
  • Nazir Ahmad Rahmani
  • Ubaidullah Rahmani al Mubarakfuriy
  • Syaikh Muhammad Amin asy Syanqitiy
  • Hammad bin Muhammad al Anshariy
  • Syaikh Taqiyuddin al Hilali
  • dan lain-lainnya.
Beliau adalah profesor di Universitas Ummul Qurra', Makkah al Mukaramah. Beliau juga adalah anggota lembaga untuk studi tingkat lanjut di Ummul Qurra'. Beliau juga pernah menjadi konsultan untuk pengelola Masjidil Haram dan Masjid Nabawi. Beliau telah menulis banyak buku dan memiliki ijazah dari beberapa ulama, termasuk di antaranya adalah al Allamah Ubaidullah Rahmani al Mubarakfuri.

Pengenalan Singkat Tentang Buku

Buku al Durrar al Bahiyah ini ditulis oleh al Imam Muhammad asy Syaukani yang beliau sendiri juga menuliskan syarh (penjelasan) dari kitab tersebut. Syarh dari kitab ini juga pernah ditulis oleh Syaikh Shidiq Hassan Khan dan dicetak ulang dengan tahqiq (komentar) Syaikh Muhammad Nashiruddin al Albani dan dita'liq (koreksi) oleh murid beliau, yaitu Syaikh Ali Hasan al Halabi.

Syaikh Wasiullah hafidzahullah setelah memuji Allah ta'ala dan mengucapkan shalawat dan salam kepada Rasulullah shalallahu alaihi wa salam, dan anggota keluarga beliau dan shahabat-shahabat beliau, memulai pelajaran dengan mengucapkan:

Sesungguhnya Allah ta'ala telah mengutus Muhammad shalallahu alaihi wa salam dengan petunjuk dan agama yang benar sehingga al Haq ini akan dimenangkan atas agama-agama yang lain. Nabi shalallahu alaihi wa salam, diutus pada waktu yang ketika itu manusia berada dalam kesesatan yang nyata. Allah ta'ala berfirman:

Dialah yang mengutus Rasul-Nya dengan petunjuk dan agama yang benar untuk ditunjukkan kebenaran itu atas agama-agama lain seluruhnya. [as Shaf: 9]

Dan Allah ta'ala juga telah menjanjikan ganjaran yang besar bagi orang-orang yang beriman, di mana Allah ta'ala berfirman:

Dialah yang mengutus (Muhammad shalallahu alaihi wa salam) yang ummi dari golongan mereka sendiri yang membacakan kepada mereka ayat-ayat dan membersihkan mereka (dari kemusyrikan dan kekufuran), dan mengajarkan kepada mereka al Kitab (al Qur'an) dan Hikmah (Sunnah), yang sebelumnya mereka berada di dalam kesesatan yang nyata. [al Jumu'ah: 2]

Para shahabat radhiallahu anhum telah mengikuti al Kitab (al Qur'an) dan Sunnah Rasulullah shalallahu alaihi wa salam dan karenanya mereka menjadi manusia dan generasi terbaik. Mereka telah dibimbing oleh Allah ta'ala dan mereka juga telah membimbing manusia lainnya kepada jalan yang mereka telah dibimbing sebelumnya.

Allah ta'ala telah menyempurnakan dien ini di sisi Muhammad shalallahu alaihi wa salam, dan memberikan keridhaan atasnya, sebagaimana firman Allah ta'ala:

Pada hari ini telah Aku sempurnakan bagi kalian agama kalian, dan aku sempurnakan nikmat-Ku, dan Aku ridha Islam sebagai agama kalian. [al Maidah: 3]

Demikianlah adanya, bahwa dien ini telah lengkap dan sempurna, sebagaimana kita dapat temui dalam al Qur'an dan Sunnah. Para shahabat telah mengambil dari Kitabullah dan Sunnah Rasulullah shalallahu alaihi wa salam: Ilmu, iman, dan amal. Rasulullah shalallahu alaihi wa salam pun telah menghabiskan waktu beliau bersama dengan para shahabat guna menjelaskan dien ini. Beliau shalallahu alaihi wa salam telah bertemu dengan Rabb-nya dalam keadaan Allah ridha terhadap beliau, dan beliau ridha terhadap-Nya. Kemudian, sepeninggal beliau shalallahu alaihi wa salam, para shahabat menjalankan dien sesuai dengan petunjuk Rasulullah shalallahu alaihi wa salam di bawah kepemimpinan 4 Khulafa'ur Rasyidin (Khalifah-khalifah yang diberi petunjuk).

Rasulullah shalallahu alaihi wa salam juga telah memperingatkan manusia dari perpecahan dan perselisihan dan beliau shalallahu alaihi wa salam telah perintahkan manusia untuk berpegang dengan Kitabullah dan Sunnah dan tidak perpecah. Allah ta'ala berfirman di dalam al Qur'an:

Berpeganglah kalian semua kepada tali Allah dan jangan berpecah-belah. [Ali Imran: 103]

Rasulullah shalallahu alaihi wa salam juga telah memperingatkan bahwa perpecahan akan terjadi di hari kemudian, dan beliau shalallahu alaihi wa salam menasehati kita untuk "peganglah sunnahku dan sunnah Khulafa'ur Rasyidin setelah aku, gigitlah dengan gigi-gigi geraham kalian", dan dalam lafal yang lain: "Aku telah tinggalkan bagi kalian dua hal yang apabila kalian berpegang dengannya maka kalian tidak akan pernah tersesat: Kitabullah dan Sunnahku". Akan tetapi, meskipun telah ada larangan dan nasehat dari Rasulullah shalallahu alaihi wa salam, kenyataannya banyak sekali dari kaum muslimin yang menyimpang dari jalan yang benar dan yang telah ditinggalkan oleh Rasulullah shalallahu alaihi wa salam untuk kita. Alhamdulillah, tetapi akan senantiasa ada di setiap waktu sekelompok orang-orang yang menyeru kepada Islam di atas al Haq dengan dalil-dalil, meskipun jumlah mereka sedikit. Rasulullah shalallahu alaihi wa salam bersabda: "Akan senantiasa ada segolongan umatku yang tegak di atas kebenaran di setiap waktu".

Bersambung ke pelajaran 1-2.

*) Ditranskripkan dari durus Durar al Bahiyah oleh Syaikh Wasiullah al Abbas hafidzahullah melalui albaseerah.org

Label: ,

08/10/26

Dauroh Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas di Pontianak