Sebuah pernyataan yang menarik dari Syaikh Yusuf al Qaradhawy. Beliau mengatakan bahwa orang-orang
kuffar tidaklah diperangi karena
kekuffurannya, melainkan karena mereka menyerang kaum muslimin. Kemudian, Syaikh Yusuf al Qaradhawy menukil (satu-satunya) rujukan: Kitab
Risalatul Qital dan beliau nisbahkan kepada Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah. Dalam kitab itu, sebagaimana Syaikh al Qaradhawy nukil, bahwasanya Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah berpendapat sebagaimana pendapat Syaikh al Qaradhawy, yakni kuffar hanya diperangi karena penyerangan yang mereka lakukan terhadap muslim. Benarkah ini semua?
Hal ini menarik untuk dikaji karena mengatakan bahwa orang-orang kuffur diperangi karena penyerangan mereka semata, akan membawa pada peniadaan hukum Jihad Thulab (jihad dengan menyerang), dan jihad yang ada adalah jihad lii difa' atau jihad pembelaan diri. Sedangkan Rasulullah shalallahu alaihi wa salam telah bersabda:
[artinya] "
Aku diperintahkan (oleh Allah ta'ala) untuk memerangi manusia hingga mereka bersyahadat laa ilaha illaLlah dan bersaksi aku adalah Rasulullah.." (Bukhari, 2786).
dan masih banyak lagi dalil lainnya, yang menunjukkan adanya jihad thulab.
Oleh karena itu, perlu diadakan penelitian atas apa yang terjadi dalam masalah ini, dan terutama atas apa yang dikatakan oleh Syaikh al Qaradhawy bahwa Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah dalam sebuah risalah memiliki pendapat yang sama dengannya, yakni tidak ada jihad thulab melainkan hanya ada jihad lii difa'.
# Benarkah Syaikhul Islam telah menulis sebuah risalah yang dijadikan rujukan oleh Syaikh al Qaradhawy dalam masalah ini? Syaikh Sulaiman bin Shalih al Khurasy telah melakukan penelitian mendalam tentang masalah ini dan beliau telah mengeluarkan risalah rudud yang berjudul "Aqwalul Ulama' fiil Risalah al Mansubat ilaa Syaikhil Islam Ibn Taimiyah rahimahullah fiil Jihad" (Perkataan Para Ulama Tentang Risalah Yang Dinisbahkan Kepada Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah Tentang Jihad) pada tahun 1424 hijriah yang lalu. Artikel ini adalah terjemahan dari risalah tersebut dengan beberapa penambahan, insya'Allah
ta'ala.
= Artikel akan dimulai pada posting #2, insya'Allah ta'ala, secara bertahap.=