Hanyalah Sebuah Catatan ...

"...Sebagaimana judul di atas...blog ini hanyalah berisi catatan-catatan saya dan coretan-coretan atas apa yang saya perhatikan...blog ini bukan dibuat untuk memberi fatwa...tetapi saya tujukan bagi para penuntut ilmu untuk saling membagi catatan-catatan..."

Assalamualaikum...selamat datang di blog ana, Andy Abu Thalib al Atsary...

26/12/05

Para Imam Keras Terhadap Ahli Bid'ah #5

Berkata asy Syaikh al Allamah Ubaidullah bin Abdussalam al Mubarakfury rahimahullah:

Sesungguhnya salafush shalih telah melarang kita untuk mendekati majelis mereka (ahli bid'ah), bercakap-cakap dengan mereka...[Mar'atul Mafaatih (I/278)].

Para Imam Keras Terhadap Ahli Bid'ah #4

Berkata al Imam Ibnu Muflih rahimahullah: Berkata al Imam Ibnu Qudamah rahimahullah:

"Bahwasanya para shahabat Nabi shalallahu alaihi wa salam, dan orang-orang yang mengikuti sunnah-sunnah beliau shalallahu alaihi wa salam di segala tempat dan waktu telah sepakat atas wajibnya mengikuti al Kitab dan as Sunnah dan menjauhi ilmu kalam, dan membid'ahkan serta menghajr mereka (yang mempelajarinya). Serta sepakat untuk mengabarkan ke-zindiq-kan dan ke-bid'ah-an mereka..." [Adabusy Syar'iyah (I/232).]

25/12/05

Para Imam Keras Terhadap Ahli Bid'ah #3

Berkata Imam Ahmad bin Hanbal rahimahullah:
"Tidak ada ghibah bagi Ahli bida'".

-> yang dimaksud dengan perkataan Imam Ahmad bin Hanbal ini adalah bahwasanya tidak mengapa dan tidak termasuk ghibah: Membicarakan ahli bid'ah dan keburukannya. Hal ini sebagaimana penjelasan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah dalam Majmu' al Fatawa beliau (XXVIII/230-232).

24/12/05

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah dan Masalah Jihad #2

Sesungguhnya telah dikeluarkan sebuah pertemuan (dialog) dengan seorang peneliti, tentang sebuah naskah yang disebut-sebut berjudul "Qaidah fii Qitaalil Kuffaar..." oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah--rahimahullah--. Ia menunjukkan bukti-bukti bahwa sebagian peneliti pun menetapkan dan tidak mengingkari bahwa risalah ini dinisbahkan kepada Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah, dan sebagian peneliti kemudian beristinbath, sebagaimana jelas dibeberapa perkataan mereka: "Bahwasanya Syaikhul Islam--rahimahullah--menuntaskan (pembahasan) sebagaimana telah lalu dalam risalah yang penting ini, dan beliau rahimahullah telah menjelaskan dalam risalah beliau tersebut: Bahwasanya orang-orang kafir itu diperangi dan dijihadi bukan karena kekafiran mereka, tetapi peperangan itu adalah karena membela dien. Bahwasanya dasar dari Islam adalah pembela bukan penyerang".

Kami tidak akan mengeluarkan pembahasan tentang ada atau tidaknya kebenaran penisbahan risalah ini kepada Syaikhul Islam, karena permasalahan ini membutuhkan bukti-bukti, atas apa yang diperselisihkan dalam pandangan para peneliti. Akan tetapi, yang akan kami bahas di sini adalah pemahaman yang salah atas perkataan Syaikhul Islam, di mana dikatakan bahwa beliau tidak menetapkan jihad al thulaab (Jihad al Thulaab = Jihad dalam artian memulai menyerang terlebih dahulu; red). Yang demikian ini, menurut saya, yang menjadi sebab sebagian para ulama mengingkari penisbahan risalah ini kepada beliau rahimahullah--bahkan dengan pengingkaran yang keras--, guna membantah pemahaman buruk (yakni pemahaman bahwa Syaikhul Islam tidak memandang adanya jihad al thulaab) yang disebarkan oleh da'i-da'i "modern"pada masa ini, dan mereka paksakan pendapat itu seolah-olah mencocoki pendapat Syaikhul Islam.

22/12/05

Upload baru....Matan Nuhbatul Fikr

File baru telah diuploadkan ke Maktabah Abu Thalib al Atsary, alhamdulillah. Silahkan memanfaatkan.

19/12/05

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah dan Masalah Jihad #1

Sebuah pernyataan yang menarik dari Syaikh Yusuf al Qaradhawy. Beliau mengatakan bahwa orang-orang kuffar tidaklah diperangi karena kekuffurannya, melainkan karena mereka menyerang kaum muslimin. Kemudian, Syaikh Yusuf al Qaradhawy menukil (satu-satunya) rujukan: Kitab Risalatul Qital dan beliau nisbahkan kepada Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah. Dalam kitab itu, sebagaimana Syaikh al Qaradhawy nukil, bahwasanya Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah berpendapat sebagaimana pendapat Syaikh al Qaradhawy, yakni kuffar hanya diperangi karena penyerangan yang mereka lakukan terhadap muslim. Benarkah ini semua?

Hal ini menarik untuk dikaji karena mengatakan bahwa orang-orang kuffur diperangi karena penyerangan mereka semata, akan membawa pada peniadaan hukum Jihad Thulab (jihad dengan menyerang), dan jihad yang ada adalah jihad lii difa' atau jihad pembelaan diri. Sedangkan Rasulullah shalallahu alaihi wa salam telah bersabda:

[artinya] "Aku diperintahkan (oleh Allah ta'ala) untuk memerangi manusia hingga mereka bersyahadat laa ilaha illaLlah dan bersaksi aku adalah Rasulullah.." (Bukhari, 2786).
dan masih banyak lagi dalil lainnya, yang menunjukkan adanya jihad thulab.

Oleh karena itu, perlu diadakan penelitian atas apa yang terjadi dalam masalah ini, dan terutama atas apa yang dikatakan oleh Syaikh al Qaradhawy bahwa Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah dalam sebuah risalah memiliki pendapat yang sama dengannya, yakni tidak ada jihad thulab melainkan hanya ada jihad lii difa'.

# Benarkah Syaikhul Islam telah menulis sebuah risalah yang dijadikan rujukan oleh Syaikh al Qaradhawy dalam masalah ini?

Syaikh Sulaiman bin Shalih al Khurasy telah melakukan penelitian mendalam tentang masalah ini dan beliau telah mengeluarkan risalah rudud yang berjudul "Aqwalul Ulama' fiil Risalah al Mansubat ilaa Syaikhil Islam Ibn Taimiyah rahimahullah fiil Jihad" (Perkataan Para Ulama Tentang Risalah Yang Dinisbahkan Kepada Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah Tentang Jihad) pada tahun 1424 hijriah yang lalu. Artikel ini adalah terjemahan dari risalah tersebut dengan beberapa penambahan, insya'Allah ta'ala.
= Artikel akan dimulai pada posting #2, insya'Allah ta'ala, secara bertahap.=

Para Imam Keras Terhadap Ahli Bid'ah #2

Berkata al Imam al Fadhil bin Iyadh rahimahullah: "Sesungguhnya Allah ta'ala dan malaikat-malaikat-Nya melihat perbuatan baik, maka lihatlah bersama siapa engkau duduk. Janganlah duduk dengan ahli bid'ah, karena sesungguhnya Allah ta'ala tidak memandang mereka itu. Sesungguhnya tanda-tanda nifaq adalah berdirinya seseorang dan mengikatkan diri dengan shahibul bid'ah. Aku telah mengetahui manusia-manusia terbaik dan mereka itu semuanya adalah Ashhabus Sunnah dan mereka semua memperingatkan Ashhabul bida'" (Hilyatul 'Auliya: VIII/104)

Para Imam Keras Terhadap Ahli Bid'ah #1

Berkata al Imam Abu Bakar Muhammad bin al Husain al Aajury (wafat 360H):
"...bahwasanya mehajr seluruh ahl ahwa' dari golongan Khawarij, Qadariyah, Murji'ah, Jahmiyah, dan semua yang menasabkan kepada Mu'tazilah, dan seluruh (golongan) Rafidhah (Syi'ah), dan seluruh yang telah dinasabkan oleh para A'imah kaum muslimin sebagai golongan mubtadi' yang melakukan bid'ah yang sesat, adalah (sesuatu yang) benar, dan dianjurkan untuk tidak berbicara kepada mereka, tidak memberi salam kepada mereka, tidak duduk-duduk bersama mereka, tidak shalat di belakang mereka, tidak menikahi dan menikahkan mereka bagi yang mengetahuinya, tidak berserikat dengan mereka, tidak berkerjasama dengan mereka, tidak memandang mereka, dan tidak pula mendebat mereka. Akan tetapi, mereka haruslah dicela, dan apabila engkau temui mereka di suatu jalan, maka carilah jalan yang lain bila memungkinkan..." (asy Syari'ah III/574)