Hanyalah Sebuah Catatan ...

"...Sebagaimana judul di atas...blog ini hanyalah berisi catatan-catatan saya dan coretan-coretan atas apa yang saya perhatikan...blog ini bukan dibuat untuk memberi fatwa...tetapi saya tujukan bagi para penuntut ilmu untuk saling membagi catatan-catatan..."

Assalamualaikum...selamat datang di blog ana, Andy Abu Thalib al Atsary...

03/11/08

ad Durar al Bahiyyah (Pelajaran 1-1)

Pelajaran Kitab ad Durrar al Bahiyyah al Imam asy Syaukani
oleh Syaikh Wasiullah al Abbas hafidzahullah

Pelajaran Pertama (1)
(Disampaikan pada 17 Desember 2005)

Biografi Singkat Pengajar

Beliau adalah Syaikh Abu Usamah Wasiullah al Abbas hafidzahullah. Guru-guru beliau di antaranya adalah:

  • al Allamah Muhammad Sirin Bastawi
  • Nazir Ahmad Rahmani
  • Ubaidullah Rahmani al Mubarakfuriy
  • Syaikh Muhammad Amin asy Syanqitiy
  • Hammad bin Muhammad al Anshariy
  • Syaikh Taqiyuddin al Hilali
  • dan lain-lainnya.
Beliau adalah profesor di Universitas Ummul Qurra', Makkah al Mukaramah. Beliau juga adalah anggota lembaga untuk studi tingkat lanjut di Ummul Qurra'. Beliau juga pernah menjadi konsultan untuk pengelola Masjidil Haram dan Masjid Nabawi. Beliau telah menulis banyak buku dan memiliki ijazah dari beberapa ulama, termasuk di antaranya adalah al Allamah Ubaidullah Rahmani al Mubarakfuri.

Pengenalan Singkat Tentang Buku

Buku al Durrar al Bahiyah ini ditulis oleh al Imam Muhammad asy Syaukani yang beliau sendiri juga menuliskan syarh (penjelasan) dari kitab tersebut. Syarh dari kitab ini juga pernah ditulis oleh Syaikh Shidiq Hassan Khan dan dicetak ulang dengan tahqiq (komentar) Syaikh Muhammad Nashiruddin al Albani dan dita'liq (koreksi) oleh murid beliau, yaitu Syaikh Ali Hasan al Halabi.

Syaikh Wasiullah hafidzahullah setelah memuji Allah ta'ala dan mengucapkan shalawat dan salam kepada Rasulullah shalallahu alaihi wa salam, dan anggota keluarga beliau dan shahabat-shahabat beliau, memulai pelajaran dengan mengucapkan:

Sesungguhnya Allah ta'ala telah mengutus Muhammad shalallahu alaihi wa salam dengan petunjuk dan agama yang benar sehingga al Haq ini akan dimenangkan atas agama-agama yang lain. Nabi shalallahu alaihi wa salam, diutus pada waktu yang ketika itu manusia berada dalam kesesatan yang nyata. Allah ta'ala berfirman:

Dialah yang mengutus Rasul-Nya dengan petunjuk dan agama yang benar untuk ditunjukkan kebenaran itu atas agama-agama lain seluruhnya. [as Shaf: 9]

Dan Allah ta'ala juga telah menjanjikan ganjaran yang besar bagi orang-orang yang beriman, di mana Allah ta'ala berfirman:

Dialah yang mengutus (Muhammad shalallahu alaihi wa salam) yang ummi dari golongan mereka sendiri yang membacakan kepada mereka ayat-ayat dan membersihkan mereka (dari kemusyrikan dan kekufuran), dan mengajarkan kepada mereka al Kitab (al Qur'an) dan Hikmah (Sunnah), yang sebelumnya mereka berada di dalam kesesatan yang nyata. [al Jumu'ah: 2]

Para shahabat radhiallahu anhum telah mengikuti al Kitab (al Qur'an) dan Sunnah Rasulullah shalallahu alaihi wa salam dan karenanya mereka menjadi manusia dan generasi terbaik. Mereka telah dibimbing oleh Allah ta'ala dan mereka juga telah membimbing manusia lainnya kepada jalan yang mereka telah dibimbing sebelumnya.

Allah ta'ala telah menyempurnakan dien ini di sisi Muhammad shalallahu alaihi wa salam, dan memberikan keridhaan atasnya, sebagaimana firman Allah ta'ala:

Pada hari ini telah Aku sempurnakan bagi kalian agama kalian, dan aku sempurnakan nikmat-Ku, dan Aku ridha Islam sebagai agama kalian. [al Maidah: 3]

Demikianlah adanya, bahwa dien ini telah lengkap dan sempurna, sebagaimana kita dapat temui dalam al Qur'an dan Sunnah. Para shahabat telah mengambil dari Kitabullah dan Sunnah Rasulullah shalallahu alaihi wa salam: Ilmu, iman, dan amal. Rasulullah shalallahu alaihi wa salam pun telah menghabiskan waktu beliau bersama dengan para shahabat guna menjelaskan dien ini. Beliau shalallahu alaihi wa salam telah bertemu dengan Rabb-nya dalam keadaan Allah ridha terhadap beliau, dan beliau ridha terhadap-Nya. Kemudian, sepeninggal beliau shalallahu alaihi wa salam, para shahabat menjalankan dien sesuai dengan petunjuk Rasulullah shalallahu alaihi wa salam di bawah kepemimpinan 4 Khulafa'ur Rasyidin (Khalifah-khalifah yang diberi petunjuk).

Rasulullah shalallahu alaihi wa salam juga telah memperingatkan manusia dari perpecahan dan perselisihan dan beliau shalallahu alaihi wa salam telah perintahkan manusia untuk berpegang dengan Kitabullah dan Sunnah dan tidak perpecah. Allah ta'ala berfirman di dalam al Qur'an:

Berpeganglah kalian semua kepada tali Allah dan jangan berpecah-belah. [Ali Imran: 103]

Rasulullah shalallahu alaihi wa salam juga telah memperingatkan bahwa perpecahan akan terjadi di hari kemudian, dan beliau shalallahu alaihi wa salam menasehati kita untuk "peganglah sunnahku dan sunnah Khulafa'ur Rasyidin setelah aku, gigitlah dengan gigi-gigi geraham kalian", dan dalam lafal yang lain: "Aku telah tinggalkan bagi kalian dua hal yang apabila kalian berpegang dengannya maka kalian tidak akan pernah tersesat: Kitabullah dan Sunnahku". Akan tetapi, meskipun telah ada larangan dan nasehat dari Rasulullah shalallahu alaihi wa salam, kenyataannya banyak sekali dari kaum muslimin yang menyimpang dari jalan yang benar dan yang telah ditinggalkan oleh Rasulullah shalallahu alaihi wa salam untuk kita. Alhamdulillah, tetapi akan senantiasa ada di setiap waktu sekelompok orang-orang yang menyeru kepada Islam di atas al Haq dengan dalil-dalil, meskipun jumlah mereka sedikit. Rasulullah shalallahu alaihi wa salam bersabda: "Akan senantiasa ada segolongan umatku yang tegak di atas kebenaran di setiap waktu".

Bersambung ke pelajaran 1-2.

*) Ditranskripkan dari durus Durar al Bahiyah oleh Syaikh Wasiullah al Abbas hafidzahullah melalui albaseerah.org

Label: ,